Sabtu, 01 September 2012

Alasan dan Prosedur Permohonan PK dalam PA


Alasan permohonan PK
(pasal 67 bab IV UU no. 14 th 1985)
a.    apabila putusan didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus atau didasarkan pada bukti-bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu;
b.    apabila setelah perkara diputus, ditemukan surat-surat bukti yang bersifat menentukan yang pada waktu perkara diperiksa tidak dapat ditemukan;
c.     apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih dari pada yang dituntut;
d.    apabila mengenai sesuatu bagian dari tuntutan belum diputus tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya;
e.    apabila antara pihak-pihak yang sama mengenai suatu soal yang sama, atas dasar yang sama oleh Pengadilan yang sama atau sama tingkatnya telah diberikan putusan yang bertentangan satu dengan yang lain;
f.    apabila dalam suatu putusan terdapat suatu kekhilafan Hakim atau suatu kekeliruan yang nyata.

Prosedur permohonan PK
    Permohonan PK diajukan sendiri oleh pihak yang berperkara
    Dilakukan dalam waktu 180 sejak putusan atau penetapan mempunyai kekuatan hukum tetap (Pasal 69 UU No. 5 tahun 2004)
    Pembayaran biaya perkara (Pasal 70 UU No. 45 tahun 2004, pasal 89 dan 90 UU No. 7 tahun 1989)
    Pembuatan akta PK dan pendaftaran
    Pemberitahuan kepada pihak lawan
    Pengajuan jawaban dari pihak lawan dalam tenggang waktu 30 hari
    Pengiriman berkas perkara ke Mahkamah Agung dalam waktu 30 hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar